Klarifikasi Beredarnya Informasi Di Sosmed, Seorang Guru SDN di Kwanyar Minta Maaf Pada Beberapa Media Dan LSM. - SINAR RAYA

Klarifikasi Beredarnya Informasi Di Sosmed, Seorang Guru SDN di Kwanyar Minta Maaf Pada Beberapa Media Dan LSM.

 

Bangkalan, Rabo(09-06-2021) Sinarraya.co.id
Berawal dari kedatangan awak media ke salah satu lembaga SDN di kecamatan Kwanyar Senin 7 Juni 2021 untuk mengkonfirmasi perihal SE Dinas pendidikan kabupaten Bangkalan. Yang berisi himbauan agar seluruh lembaga di bawah naungan nya memampangkan RKAS penggunaan dana BOS di tempat yang strategis. agar wali murid dan masyarakat dapat mengetahui penggunaannya.

Yang pada saat ditemui oleh AR S.Pd.I yang kapasitasnya bsebagai guru PAI dan wakil kepala sekolahnya. dikarnakan pada saat itu kaseknya tidak berada di tempat.

Karna seringnya kedatangan LSM atau media ke sekolahan dengan alibi menanyakan data KIP. AR merasa alergi terhadap LSM maupun wartawan.

Dari hal tersebut, AR menyampaikan kepada salah satu aktivis. hingga beredar di media sosial FB. yang didalamnya berisi komentar yang tidak pantas di sampaikan oleh seorang guru. dengan mengatakan El es EM cap amplop dahinya.

Melihat hal tersebut kemudian beberapa awak media dan LSM memdatangi guru tersebut, untuk melakukan klarifikasi terkait wacana yang dibuat oleh AR.

Dari hasil klarifikasi yang diperoleh yang pada saat itu dihari juga oleh A selaku Kepala Sekolah disana mengungkapkan kepada beberapa awak media

” Saya selaku Kepala Sekolah minta maaf atas tulisan yang diunggah anak buah saya, di akun FB yang berdampak buruk terhadap LSM atau Media terkait, dan untuk ke depan kami akan lebih berhati – hati lagi dalam menanggapi masukan atau kritikan dari semua pihak untuk perkembangan dan kemajuan sekolah kami “ungkapan nya.

Atas kejadian hal tersebut, AR juga merasa menyesal atas perbuatannya yang telah mencoreng nama baik sebuah LSM atau Media terkait. B juga meminta maaf atas tulisannya dan akan menghapusnya dari akun tersebut. selain iyu B merasa hal ini merupakan sebuah pengalaman yang tidak akan terulang lagi di masa yang akan datang.

“Karna gini mas, mohon maaf ya semoga bukan mas. Karna kebanyakan LSM LSM yang tidak berpakaian seperti sekarang ini, biasa nya ke sekolah sekolah hanya ingin menakut nakuti, setelah kepala sekolah ngasih sudah tidak ada pembahasan lagi. hingga koment saya seperti itu, agak kurang baiklah,”kata A.R dihadapan beberapa awak media dan LSM,”jelasnya.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *