Terekam CCTV Saat Mencuri Handphone, Ibu Rumah Tangga di Amankan Polisi - SINAR RAYA

Terekam CCTV Saat Mencuri Handphone, Ibu Rumah Tangga di Amankan Polisi

Surabaya || sinarraya.co.id

Anggota Reskrim Polsek Tegalsari berhasil mengamankan Seorang ibu rumah tangga yang nekat mencuri sebuah handphone (HP) yang masih baru dibeli pengunjung mall kawasan Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu, 02/01/21.

tersangka diketahui bernama Iramawati Binti Sukadi Alias Bledek, (33) Ibu rumah tangga, warga asal Jl.Dinoyo tambangan I /75 b Surabaya.

Kapolsek Tegalsari Kompol Argya Satrya Bhawana saat dihubungi oleh awak media menjelaskan, kejadiannya pencurian tersebut, Jumat (25/12/2020) lalu.

“Pelaku saat itu bersama kedua anaknya, namun kedua anaknya tidak mengetahui perbuatan ibunya dan Pencurian itu dilakukan ketika pengunjung sedang berbelanja di Matahari Departement Store”. Kata Argya, Kamis (07/01) melalui seluler.

Argya juga menambahkan, korban Goenawan yang sedang berbelanja dan memilih pakaian tiba-tiba di belakangnya seperti ada yang menarik tas yang dibawa istrinya.

Korban mengira tas tersebut tersangkut di gantungan pakaian. namun Saat ditoleh kebelakang ternyata tidak tersangkut. Lantas korban memeriksa barang bawaanya ternyata handphone yang baru dibelinya hilang, imbuh Argya.

Usai kejadian tersebut, korban segera melapor ke kantor security untuk melihat rekaman CCTV, saat di putar terlihat handphone miliknya telah dicopet oleh seorang perempuan yang mengenakan kerudung hitam.

Pelaku berhasil di amankan pada Sabtu, 2 Januari 2021, ketika security mall mengecek CCTV bahwa adanya pelaku yang diduga melakukan pencurian handphone kembali berkunjung ke Mal Tunjungan Plaza.

“Saat melihat terduga, pihak security mengamankan sebanyak 3 orang. Kemudian Kejadian tersebut di laporkan ke Unit Reskrim Polsek Tegalsari,” papar Kapolsek.

Usai dilakukan penyelidikan berdasarkan buktibukti dan keterangan saksi-saksi, Irmawati di tetapkan sebagai tersangka sedangkan kedua anaknya dinyatakan tidak bersalah karna tidak terlibat sama sekali.

“Barang bukti hasil pencurian itu sendiri, tersangka mengaku sudah menjualnya untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari”. Kata Argya.

“Pelaku di jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun kurungan penjara”. Pungkas Perwira Dengan Pangkat Melati Satu di pundaknya. (Dul SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *