Diduga Keputusan Hakim PN Bangkalan Menyimpang GAM Melakukan Aksi Demo. - SINAR RAYA

Diduga Keputusan Hakim PN Bangkalan Menyimpang GAM Melakukan Aksi Demo.

 

Bangkalan – Sinarraya.co.id
Merasa tidak puas dengan hasil keputusan hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan. Perihal dibebaskan nya MF atas pencemaran nama terhadap inisial S, yang menjabat sebagai Kepala Desa Petapan, Kecamatan Labang. membuat Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Advokasi Masyarakat (GAM) melakukan aksi demo di depan Pengadilan Negeri (PN) di Jalan Soekarno 04 Kelurahan Mlajah Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jum’at (25/06/2021) pagi.

Keputusan hakim diduga menyimpang, karena ada indikasi oknum yang tidak bertanggung jawab mencoba mengebiri bahkan merampok hak warga dengan menetapkan keputusan tidak sesuai dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seharusnya sebagai hakim Pengadilan Negeri, yang tugas dan wewenangnya memeriksa, memutus serta menyelesaikan perkara pidana dan perdata untuk rakyat pencari keadilan pada umumnya, dengan memberikan kepuasan seadil adilnya.

Darah hal itu, GAM mengajukan beberapa tuntutan kepada PN Bangkalan.
1. Menyoal Putusan Pengadilan Negeri Kabupaten Bangkalan , yang terkesan diskriminatif dan disinyalir tidak berdasar serta tendensius.
2. Jika Pengadilan Negeri Bangkalan dalam mengangani kasus penegakan hukum tidak mencerminkan sebagai instrumen Negara , dalam penegasan yang berasaskan keadilan serta kesetaraan dimata hukum , sebaiknya oknum hakim tersebut dipecat dari Bumi Bangkalan ini , sebab telah mencederai tahapan proses hukum dan telah menyakiti hati masyarakat .
3. Equality before the law kita dimata hukum sama dan menjunjung tinggi azas keadilan adalah tupoksi sebagai instrumen Negara .
4. Keadilan telah di amputasi dan hukum telah dirampok .
5. Keadilan harus ditegakkan di bumi Dhikir dan Shalawat Bangkalan .

Menurut Acik Kusuma selaku kordinator lapangan Aksi Demo, Kepala Desa terpilih tidak melakukan sebuah kecurangan dengan memakai ijazah palsu.

“Padahal Dinas Pendidikan setempat sudah memberikan surat keterangan, bahwa keabsahan ijazah tersebut asli, jadi ini benar – benar mencemarkan nama baik, “ujar Acik.

Saat kasus pencemaran nama baik dibawa ke persidangan, hakim PN Bangkalan memutuskan bebas MF, padahal bukti – bukti yang di serahkan sudah cukup kuat untuk menjerat MF dengan hukuman yang berlaku.

” Dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri , menuntut 1(Satu) tahun penjara, tetapi setelah di persidangan Pengadilan Negeri saat pembacaan putusan (MF, red) divonis bebas ini ada apa, “Ungkap Acik .

Lanjut Acik, “Karena sebagai Penegak Hukum keadilan telah mencoreng nama Lembaga , serta mencederai tahapan proses hukum juga telah menyakiti hati Masyarakat, jadi Kami mendesak Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan agar supaya oknum hakim tersebut dipecat, “tegasnya.

Sementara itu Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan Dr.Maskur Hidayat S.H.M.H.menyampaikan, alasan terdakwa MF diputus bebas karena beberapa unsur yang belum terpenuhi di persidangan.bahkan pihaknya enggan membeberkan unsur yang tidak terpenuhi itu. dan perkara tersebut saat ini masih berlanjut ke Kasasi.

” Dengan adanya unsur yang tidak terpenuhi itu, saya tidak bisa menyampaikan karena ini berurusan dengan kode etik sebagai hakim, “dalih Maskur.

Lanjut Maskur, “Persidangan perkara pencemaran nama baik itu sempat diganti majelis hakimnya, dari Muhamad Baginda Rajoko Harahap kepada Sugiri Wiryandono, Dia (Rajoko, red) diganti dengan alasan karena Covid-19 . Namun dalam proses hukum tidak menjadi persoalan dan perkara ini masih berlanjut ke Kasasi, “jelasnya.

(Azis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *