PKLWKB Minta Pemda Bangkalan Bijak Realisasikan Aturan PPKM, Agar Tidak Membunuh Rakyat Secara Perlahan - SINAR RAYA

PKLWKB Minta Pemda Bangkalan Bijak Realisasikan Aturan PPKM, Agar Tidak Membunuh Rakyat Secara Perlahan

Supyan Ketua PKLWKB

Bangkalan || sinarraya.co.id

Berlangsungnya penerapan (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) PPKM menyikapi melonjaknya angka sebaran covid-19 menuai kritikan, sebab diantara yang diberlakukan perihal pembatasan jam malam bagi para pelaku usaha makanan maupun minuman.

Hal tersebut bagi Supyan Ketua perkumpulan Pedagang Kaki Lima Wisata Kuliner Bangkalan (PKLWKB) dinilai perlu adanya evaluasi yang dapat melahirkan proyeksi kebijakan yang lebih fleksibel dalam penerapan PPKM sebab pemberlakuan pembatasan jam malam (hingga jam 20:00 WIB, red) dirasa sangat merugikan pada para pengusaha makanan dan minuman siap saji seperti yang selama ini digeluti dirinya.

“Saya sangat berharap pemerintah khususnya di Bangkalan dapat memberikan kebijakan yang solutif terhadap pemberlakuan PPKM Darurat ini, jangan cuma membatasi jam 20:00 WIB harus tutup kasian, itu sama halnya dengan membunuh perlahan, itu juga sama saja dengan menutup jalan rejeki kami yang berprofesi PKL, padahal selama ini dalam memberikan nafkah pada anak-anak dan istri kami ya melalui jualan itu,” kata Supyan mengeluhkan.

Supyan juga menambahkan bahwa PPKM Darurat menurutnya merupakan pembatasan bukan pemutusan upaya masyarakat dalam beraktivitas dengan tujuan saling menjaga kesehatan satu dengan lainnya, jadi menurutnya harus tetap ada mobilitas masyarat agar roda ekonomi tidak terputus.

“Mobilitas masyarakat tidak harus diputus dengan jam malam, kalau pemerintah mau bijak dalam pemberlakuan PPKM, misalnya buat himbauan tegas, agar para PKL memberlakukan jualannya dibukus tidak dimakan ditempat, kalau yang jualan kopi cara duduknya jaga jarak, toh gak mungkin orang lagi terinfeksi (kondisi sakit, red) mau berlama-lam ngopi diluar rumah, jadi kalau yang ngopi hingga lama itu saya yakin yang merasa sehat, masyarakat Bangkalan yang saya tahu ini mayoritas taat atauran kok, seperti saat pemberlakuan PSBB ya mereka manut, divaksin nurut, masak dihimbau jualan dengan penerapan Prokes gak mau Nurut, bagi saya ya tinggal pemerintah saja yang bisa memastikan kebijakan yang humanis terlaksana dengan baik, tinggal pemerintah mau bijak atau tidak,” jelas Supyan bernada penuh harap. (adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *